Senin, 22 Agustus 2011

Ular dan Kabut

Di suatu tempat,
entah di mana, di dunia
seseorang menunggumu, berdoa
seperti doa yang biasa engkau ucapkan sehabis shalat

Pada suatu saat,
entah apabila, di dunia
seseorang merindukanmu, berjaga-jaga
seperti malam-malammu yang berlalu sangat lambat

Seseorang menunggu, merindu, berjaga dan berdoa
di suatu tempat, pada setiap
seperti engkau, selalu

[Ajip Rosidi, Ular dan Kabut ]

Kamis, 04 Agustus 2011

Me, Me, Meee .....

Mati itu gampang. Sampai detik ini pun gw selalu berpikir begitu. Dari hal berat tidak terduga seperti gempa bumi, tsunami, kanker hingga hal sederhana seperti demam, terpeleset, hingga terantuk. Atau bisa juga kau berusaha berperan seperti Tuhan dgn memutuskan membunuh dirimu sendiri.

Sungguh, mati itu gampang. Kau hanya perlu naik ke lantai 30 dr sebuah gedung di daerah Thamrin lalu terjun, atau bisa jg kau memberi sebanyak mungkin obat tidur dan berharap tidak akan pernah bangun lagi. Selalu ada banyak cara untuk mati.

Ya, mati itu gampang.
Sebaliknya hal tersulit adalah hidup.
Baik di kehidupan sebelum kematian maupun sesudahnya.

Hidup berbekal niat, sikap, dan perkataan yg tepat.
Hidup dgn sesuatu yg bisa dibanggakan kepada Tuhan.
Have you ever done something to be proud of like that Nuning?


Hitam
terpaku di pelataran malamMu Tuhan
kutitipkan doa dalam setiap pijakan
pada apa yg sebenarnya aku takutkan
pada akhir yg mungkin tak bisa kuselesaikan

tertegun di bilik waktuMu Tuhan
kusematkan doa dalam setiap hembusan
pada apa yg sebenarnya aku ragukan
pada kini yg mungkin selalu kusiakan

tertenung di ruang kasihMu Tuhan
kujalinkan doa dalam setiap sentuhan
pada apa yg sebenarnya kuabaikan
pada mula yg mungkin kulupakan

suram aku bagiMu
terang Engkau bagiku
selimuti kelamku
hingga segala rahmat kelak bertemu

*antara demam, susu, dan tumpukan dokumen